Kalimat ini muncul, saat saya melihat keadaan banjir di sekeliling saya. Lewat kalimat ini saya sadar, untuk mengikuti 'aksi lingkungan hidup dan aksi menanam pohon'. Contohnya: di rumah kita tanamlah minimal satu pohon pelindung, buanglah sampah pada tempatnya, kalau berbelanja ke super market bawalah tas kain dari rumah untuk menghemat penggunaan kantung plastik, matikan lampu yang tidak perlu, dan lain-lain. Sebenarnya simpel banget!!Jika tidak dimulai dari diri kita sendiri, maka dampak 'global warming' seperti : panasnya kota Jakarta yang semakin menyengat, banjir yang sering melanda beberapa daerah, delay keberangkatan pesawat dikarenakan cuaca yang semakin sulit ditebak, dan lain-lain.
Beberapa dampak tersebut sangat merugikan masyarakat. Kita tidak mungkin mengharapkan Pemerintah untuk bekerja sendiri, atau kita tidak mungkin menyuruh orang lain untuk melakukannya, maka mulailah lebih dahulu dari 'diri-sendiri'. Bila semua orang melakukan itu, dari langkah-langkah yang kecil, niscaya dampaknya akan terjadi perubahan yang besar. Saya dan kamu, bisa 'MERUBAH DUNIA' ke arah yang lebih baik. Semoga saja!!
Selasa, 29 Maret 2011
Nyanyian Syukur Karena Berkat Allah
Engkau mengindahkan tanah itu,
mengaruniainya kelimpahan,
dan membuatnya sangat kaya.
Batang air Allah penuh air,
Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
Ya, demikianlah Engkau menyediakannya.
Engkau mengairi alur bajaknya,
Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya,
dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya;
Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.
Engkau memahkotai tahun dengan kebaikanMu,
jejakMu mengeluarkan lemak;
tanah-tanah padang gurun menitik,
bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai;
Padang rumput berpakaian kawanan kambing domba,
lembah-lembah berselimutkan gandum,
semua bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi..
( Mzm 65: 10-14 )
mengaruniainya kelimpahan,
dan membuatnya sangat kaya.
Batang air Allah penuh air,
Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
Ya, demikianlah Engkau menyediakannya.
Engkau mengairi alur bajaknya,
Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya,
dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya;
Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.
Engkau memahkotai tahun dengan kebaikanMu,
jejakMu mengeluarkan lemak;
tanah-tanah padang gurun menitik,
bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai;
Padang rumput berpakaian kawanan kambing domba,
lembah-lembah berselimutkan gandum,
semua bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi..
( Mzm 65: 10-14 )
Rabu, 23 Februari 2011
Seperti Dulu Lagi
Sungguh indah dunia yang Engkau berikan,
Betapa takjub kuasaMu,
Engkau memberikan dunia ini beserta isinya,
Terima kasih Tuhan.
Tapi.., sekarang dunia indah itu telah berubah,
Menjadi dunia yang tak lagi kukenal,
Oh Tuhan.., bantu kami untuk kembalikan,
Dunia yang indah, seperti dulu lagi.
Betapa takjub kuasaMu,
Engkau memberikan dunia ini beserta isinya,
Terima kasih Tuhan.
Tapi.., sekarang dunia indah itu telah berubah,
Menjadi dunia yang tak lagi kukenal,
Oh Tuhan.., bantu kami untuk kembalikan,
Dunia yang indah, seperti dulu lagi.
Lestarilah Alamku
Bila mana laut tak lagi biru,
Tak ada lagi ikan sebagai penghuninya,
Tak ada lagi cacing-cacing yang menari gembira.
Bila mana hutan tak lagi berpohon,
Tinggallah hamparan tanah tandus,
Mengusir kawanan binatang dari sarangnya.
Bila mana tanah tak lagi subur,
Tak ada lagi buah-buah yang manis,
Tak ada lagi hijau dedaunan.
Bila mana alamku tak seperti dahulu kala,
Saat masih kulihat hamparan sawah membentang,
Hijau dipenuhi kerindangan.
Saat masih kunikmati kicauan burung,
Menyanyikan kidung penyejuk hati,
Menyanyikan tembang kedamaian.
Saat masih kulihat mentari,
Perlahan menghilang di balik pegunungan,
Menandakan malam akan tiba.
Kuingin semua tetap begini,
Penuh kesejukan, penuh kedamaian,
Tetaplah lestari alamku!!
Tak ada lagi ikan sebagai penghuninya,
Tak ada lagi cacing-cacing yang menari gembira.
Bila mana hutan tak lagi berpohon,
Tinggallah hamparan tanah tandus,
Mengusir kawanan binatang dari sarangnya.
Bila mana tanah tak lagi subur,
Tak ada lagi buah-buah yang manis,
Tak ada lagi hijau dedaunan.
Bila mana alamku tak seperti dahulu kala,
Saat masih kulihat hamparan sawah membentang,
Hijau dipenuhi kerindangan.
Saat masih kunikmati kicauan burung,
Menyanyikan kidung penyejuk hati,
Menyanyikan tembang kedamaian.
Saat masih kulihat mentari,
Perlahan menghilang di balik pegunungan,
Menandakan malam akan tiba.
Kuingin semua tetap begini,
Penuh kesejukan, penuh kedamaian,
Tetaplah lestari alamku!!
Rabu, 09 Februari 2011
Lingkungan Sekitarku
Aku lupa pedulikan lingkunganku,
Saat lingkunganku kotor,
Saat lingkunganku tercemar,
Aku lupa membersihkannya.
Lingkungan hidupku,
Engkau menjadi berpolusi karena manusia,
Engkau menjadi kotor karena kami,
Semua itu ulah kesalahan kami.
Lingkungan hidupku,
Maafkan perbuatan kami,
Maafkan pula kelalaian kami,
Mulai saat ini, kami pasti akan menjagamu.
Saat lingkunganku kotor,
Saat lingkunganku tercemar,
Aku lupa membersihkannya.
Lingkungan hidupku,
Engkau menjadi berpolusi karena manusia,
Engkau menjadi kotor karena kami,
Semua itu ulah kesalahan kami.
Lingkungan hidupku,
Maafkan perbuatan kami,
Maafkan pula kelalaian kami,
Mulai saat ini, kami pasti akan menjagamu.
Maafkan Aku!
Alam semesta yang begitu indah,
Engkau sungguh sangat memberi arti untuk hidupku,
Begitu banyak yang engkau korbankan untuk diriku,
Namun aku begitu kejam kepadamu.
Dulu.., aku tidak peduli kepadamu
Kini.., engkau menghembuskan kemarahanmu ke bumi ini,
Engkau seperti bom waktu,
Yang meledak kapan saja engkau mau.
Namun aku sadar,
Kemarahanmu bangkit karena ulah manusia,
Membuatmu menjadi panas dan tidak tahan,
Maafkanlah aku..
Engkau sungguh sangat memberi arti untuk hidupku,
Begitu banyak yang engkau korbankan untuk diriku,
Namun aku begitu kejam kepadamu.
Dulu.., aku tidak peduli kepadamu
Kini.., engkau menghembuskan kemarahanmu ke bumi ini,
Engkau seperti bom waktu,
Yang meledak kapan saja engkau mau.
Namun aku sadar,
Kemarahanmu bangkit karena ulah manusia,
Membuatmu menjadi panas dan tidak tahan,
Maafkanlah aku..
Senin, 07 Februari 2011
Kotaku
Kota Jakarta, kota metropolitan,
Tempat tinggalku yang sangat kucintai,
Tapi mengapa engkau selalu tertimpa musibah?
Masyarakat tidak pernah peduli kepadamu.
Oh..kotaku,
Sampai kapan engkau akan terus begini?
Terus terkena banjir, dan hari-hari selalu diwarnai dengan kemacetan?
Semoga suatu hari nanti engkau akan jaya kembali.
Tempat tinggalku yang sangat kucintai,
Tapi mengapa engkau selalu tertimpa musibah?
Masyarakat tidak pernah peduli kepadamu.
Oh..kotaku,
Sampai kapan engkau akan terus begini?
Terus terkena banjir, dan hari-hari selalu diwarnai dengan kemacetan?
Semoga suatu hari nanti engkau akan jaya kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)
